4 Rahasia Gigi Tetap Putih Cantik

Gigi memang tidak ditakdirkan untuk putih 100%, warna alaminya biasanya mendekati kuning muda. Namun seiring bertambahnya usia, warna gigi cenderung makin gelap. Ini dikarenakan terkikisnya lapisan email sehingga gigi dengan mudah menyerap warna yang diberikan makanan. Dan seperti kita ketahui sebelumnya bahwa gigi kuning bisa membuat penampilan seseorang tampak lebih tua. Lalu bagaimana cara mencegahnya?

1. Minum pakai sedotan

Untuk meminimalisir kontak cairan dengan gigi, minumlah menggunakan sedotan,khususnya untuk kopi, soda, jus, dan teh.

2. Halau noda dengan makanan pemutih gigi

Makanan renyah seperti apel, seledri, dan wortel bisa berfungsi seperti sikat gigi saat dikunyah karena membantu menghapus noda membandel. Hasilnya pun langsung terlihat khususnya bagi penggemar kopi. Jadi saat meneguk kopi, jangan lupa untuk mengunyah sebutir apel juga nantinya. Lalu minumlah air setelahnya..

3. Pilih warna lipstik yang tepat

Lipstik dengan warna dasar biru membantu membuat gigi tampak lebih putih, kontras dengan pemerah bibir dengan dasar warna kuning atau emas.

4. Buat sendiri bahan pemutih Anda

Sikatlah gigi dengan pasta yang terbuat dari campuran baking soda dan air beberapa kali sebulan untuk menghapus noda luar dan memutihkan gigi.

share

5 Tips Cegah Gas Berlebih Dalam Perut

Gas berlebih dalam perut bisa membuat tubuh tidak nyaman, apalagi jika sampai tidak bisa buang angin, atau gas buang angin berbau super tak sedap. Mengingat ada begitu banyak faktor yang menyebabkannya, berikut kami bagikan beberapa tips dan solusi menghindarinya.

1. Minimalkan porsi makanan pemicunya

Gula berlebih, serat, karbohidrat dan sayur tertentu merupakan makanan yang bisa menciptakan gas berlebih. Gas yang terbentuk setelah makan daging dan telur juga cenderung menghasilkan gas berbau busuk, sementara gas dari buah dan sayur cenderung tak berbau. Beda makanan, beda pula dampaknya terhadap masing-masing orang. Catat makanan apa saja yang cenderung membuat masalah gas bagi tubuh Anda.

Berikut daftar makanan yang umumnya menimbulkan kelebihan gas:

a. Sayuran seperti artichoke, asparagus, brokoli, kubis, kembang kol, timun, paprika hijau, polong, lobak, dan kentang mentah
b. Kacang-kacangan dan legume
c. Buah seperti aprikot, pisang, melon, peach, pear, prem, dan apel mentah
d. Gandum dan terigu
e. Telur
f. Minuman soda, minuman buah, bir, dan anggur merah
g. Makanan berlemak dan yang digoreng
h. Gula berikut penggantinya
i. Susu dan produk susu
j. Makanan kemasan yang mengandung laktosa seperti roti, sereal, dan salad dressing

Untuk itu disarankan mengonsumsi kombinasi antara serat larut dan tak larut.

2. Makanan berlemak dan hasil proses juga bermasalah

Tak hanya menciptakan gas berlebih, makanan berlemak cenderung membuat lambung terasa penuh dan berat, memicu ketidaknyamanan. Semakin sedikit makanan berlemak yang dikonsumsi, makin cepat pula perut kosong, sehingga gas bisa bergerak dengan bebas melewati tubuh.

Sementara sayur dan buah menimbulkan masalah gas bagi mereka yang biasanya hanya mengonsumsi makanan hasil proses.

3. Pangkas konsumsi minuman soda

Gelembung sekaligus gula yang terkandung di dalamnya merupakan tersangka utama pemicu munculnya gas sehingga bisa membuat Anda merasa kembung.

4. Kurangi udara yang masuk dalam tubuh

Gas bisa diproduksi saat Anda minum terlalu cepat, merokok, mengunyah permen karet, dan hiperventilasi saat gugup.

5. Saatnya mengunjungi dokter

Bila dalam jangka waktu cukup lama, perut tetap merasa tidak nyaman, maka saatnya Anda mengunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sebab gejala sakit jantung juga mirip dengan kondisi kelebihan gas. Jika sakit di dada dan perut tak kunjung reda, segera hubungi dokter.

share

Gusi Berdarah Saat Flossing…

Bila gusi berdarah saat Anda flossing, itu berarti ada sesuatu yang salah. Berikut kemungkinan penyebab mengapa hal itu sampai terjadi.

1. Gigi kurang terawat

Apakah Anda menyikat gigi secara teratur 2 kali sehari? Apakah Anda rutin flossing? Bila tidak adalah jawabannya, maka higenitas mulut Anda tergolong rendah. Hasil yang tampak dari kebiasaan ini biasanya adalah munculnya plak dan gusi merah serta bengkak. Penelitian menunjukkan gusi yang sehat sekalipun bisa bermasalah dalam waktu 24-36 jam jika gigi dan mulut tidak dirawat dengan baik.

Solusinya tentu adalah menjaga gigi dan mulut baik-baik. Menemui dokter secara rutin bisa membantu. Sikat gigi elektrik juga bisa memijat gigi untuk merangsang peredaran darah, membawa nutrisi ke jaringan, dan melepas racun. Pilih produk pasta gigi dan obat kumur antibakterial untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri di mulut. Pelajari cara flossing dengan benar, yang bisa menjangkau hingga sudut gigi (tempat dimana biasanya kuman penyakit bersarang).

2. Pengaruh makanan

Makanan hasil proses tidak hanya buruk untuk lingkar pinggang Anda, namun juga gigi. Pilih menu yang bisa mendongkrak imun tubuh merupakan salah satu kunci utama kesehatan mulut.

3. Dampak merokok

Para perokok beresiko lebih besar menderita masalah gusi karena banyaknya racun yang terkandung dalam rokok (salah satu akibatnya adalah menurunkan sistem imun tubuh).

4. Stres

Yang satu ini pastinya juga melemahkan sistem imun tubuh. Stress bahkan bisa menyebabkan timbulnya peradangan di pembuluh darah.

5. Sejarah keluarga

Untungnya teknologi sekarang kian canggih. Jika ada sejarah gusi bermasalah dalam keluarga Anda, maka itu tak harus menyerang Anda juga sekarang. Mulai dari ekstrasi gigi atau operasi, hingga perawatan laser bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. Konsultasikan dengan dokter Anda.

6. Gigi kurang seimbang

Posisi gigi menonjol, melengkung, atau menumpuk, yang menyebabkan Anda sering mengertakkan gigi juga bisa jadi alasan berikutnya. Tekanan berlebih pada area tersebut bisa menyebabkan gusi menyusut dan tulang mulai memburuk, membuka peluang untuk masalah gusi masuk.

7. Efek obat

Beberapa obat berdampak pada aliran darah dalam jaringan, menyebabkan mulut kering dan gusi rawan karena perlindungan minimal. Konsultasikan dengan dokter untuk masalah ini.

8. Berbagi alat 

Berbagi sikat gigi, dll, atau berciuman jelas bisa jadi masalah besar bila dilakukan dengan mereka yang memiliki masalah gusi. Hal ini dikarenakan penyakit gusi menular lewat air liur (minum memakai gelas minum yang sama juga termasuk).

9. Faktor hormon

Labilnya hormon tidak hanya membuat Anda bisa menangis atau tertawa dalam sekejap, namun juga bisa memicu masalah gusi. Salah satunya adalah hormon stres kortisol (lihat poin 4). Tetap jaga kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi untuk mengatasi masalah ini.

share

10 Alasan Latihan Perut Tidak Berdampak

Sudah berjuang keras merampingkan perut namun belum juga ada hasil nyatanya? Mungkin deretan alasan berikutlah penyebabnya.

1. Fokus pada kuantitas dan bukannya kualitas

“Tak perlu melakukan crunch (latihan untuk perut) 50,100, atau ribuan kali setiap hari,” ujar Nicole Nichols, pembuat DVD SparkPeople: 28-Day Boot Camp. Banyak orang melakukan lebih, berpikir bahwa semua itu bisa membantu meratakan perut, namun itu hanya mitos. “Berita baiknya, jika Anda melakukan latihan perut dengan benar, 1-3 set (8-20 pengulangan) tiap latihan sudah cukup berdampak.”

2. Menghemat tidur

Beberapa studi mengaitkan kurang tidur dengan kenaikan berat badan. Kurang tidur mempengaruhi kadar gula dalam darah, hormon rasa lapar, bahkan kecepatan tubuh membakar kalori sepanjang hari itu. Studi 2005 yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menemukan mereka yang tidur 6 jam beresiko gemuk 27% lebih besar daripada yang terlelap selama 7-9 jam. Sedangkan mereka yang hanya memejamkan mata selama 5 jam berpotensi 73% lebih besar.

3. Magnet stres

Stres kronis menyebabkan tubuh meningkatkan produksi hormon stres, kortisol, yang bisa mempengaruhi hormon lain dalam tubuh, memicu naiknya berat badan. Berita buruknya bobot berlebih tersebut cenderung suka bersarang di area perut. Jaga hati dan pikiran agar jauh dari stres.

4. Terlalu cepat saat olahraga

Melakukan gerakan cepat, ketimbang teratur, takkan membuat perut rata. Pelan namun terkontrol itulah yang terbaik. Alternatif lain, ketimbang melakukan banyak crunch dalam semenit, cobalah menahan 1 crunch selama 60 detik.

5. Salah pilih makanan

Semua pakar setuju, diet sehat merupakan cara tercepat untuk mewujudkan perut ramping. Anda mungkin berlatih 1000 gerakan setiap hari, namun jika mengonsumsi terlalu banyak kalori, maka six pack yang sudah terbentuk akan tersembunyi di balik lemak. Makan lebih sedikit karbohidrat, awasi konsumsi gula dan alkohol, karena semua makanan ini cenderung memicu pembentukan lemak di perut. Lebih baik pilih protein bebas lemak dan buah serta sayur.

6. Anda kendur soal kardio

Ingin hasil drastis? Lakukan latihan kardio intens; jalan, lari, berenang, bersepeda, dll. Untuk menjaga tubuh tetap tertantang dan mengalami kemajuan, ubah durasi, kecepatan, dan daya tahan dalam latihan secara teratur.

7. Terjebak rutinitas

Melakukan latihan yang sama setiap hari tanpa menambah pengulangan gerakan atau beban merupakan kesalahan besar. Tubuh sangat efisien dan mudah beradaptasi dengan latihan yang diberikan, sehingga ada baiknya Anda melakukan variasi gerakan. Kapan Anda tahu saatnya ganti gerakan? Saat Anda tak lagi merasa “sakit” setelah latihan.

8. Anda salah bernafas…atau tidak sama sekali

“Bernafas merupakan fokus penting selama latihan perut,” ujar Fred DeVito, salah satu pembuat DVD seri Exhale: Core Fusion. Mengapa? Perut tersembunyi di area abdominal. Nafas yang kurang tepat mendorong perut keluar, memaksa dinding abdominal menonjol. Bernafaslah namun tetap tarik perut masuk ke dalam selagi Anda membuang nafas.

9. Salah gerakan

“Latihan terburuk untuk perut datar adalah sit-up yang dilakukan dengan cara salah,” ujar Samantha Clayton, personal trainer yang menjadi bintang tamu BeFitin90 di YouTube. “Jika Anda menegangkan leher, kebanyakan latihan pasti berakhir dengan melenturkan pinggul ketimbang perut.” Latihan favorit para ahli adalah berbasis pilates, yang bekerja hingga lapisan terdalam perut, plank, dan gerakan yang bekerja untuk seluruh tubuh.

10. Salah gesture

Gesture/ posisi yang salah bisa mengubah gerakan efektif menjadi tak berarti. Beberapa kesalahan umum adalah menarik leher sehingga perut jadi mengendur, menggunakan momentum ketimbang kekuatan otot, pinggul melengkung selagi dalam posisi plank, dan tak menarik perut dalam setiap gerakan. Anda harus benar-benar bisa mengontrol area perut dalam tiap gerakan. Tak yakin apa yang Anda lakukan sudah benar atau belum? Lakukan di depan cermin.

Sudah berjuang keras merampingkan perut namun belum juga ada hasil nyatanya? Mungkin deretan alasan berikutlah penyebabnya.

1. Fokus pada kuantitas dan bukannya kualitas

“Tak perlu melakukan crunch (latihan untuk perut) 50,100, atau ribuan kali setiap hari,” ujar Nicole Nichols, pembuat DVD SparkPeople: 28-Day Boot Camp. Banyak orang melakukan lebih, berpikir bahwa semua itu bisa membantu meratakan perut, namun itu hanya mitos. “Berita baiknya, jika Anda melakukan latihan perut dengan benar, 1-3 set (8-20 pengulangan) tiap latihan sudah cukup berdampak.”

2. Menghemat tidur

Beberapa studi mengaitkan kurang tidur dengan kenaikan berat badan. Kurang tidur mempengaruhi kadar gula dalam darah, hormon rasa lapar, bahkan kecepatan tubuh membakar kalori sepanjang hari itu. Studi 2005 yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menemukan mereka yang tidur 6 jam beresiko gemuk 27% lebih besar daripada yang terlelap selama 7-9 jam. Sedangkan mereka yang hanya memejamkan mata selama 5 jam berpotensi 73% lebih besar.

3. Magnet stres

Stres kronis menyebabkan tubuh meningkatkan produksi hormon stres, kortisol, yang bisa mempengaruhi hormon lain dalam tubuh, memicu naiknya berat badan. Berita buruknya bobot berlebih tersebut cenderung suka bersarang di area perut. Jaga hati dan pikiran agar jauh dari stres.

4. Terlalu cepat saat olahraga

Melakukan gerakan cepat, ketimbang teratur, takkan membuat perut rata. Pelan namun terkontrol itulah yang terbaik. Alternatif lain, ketimbang melakukan banyak crunch dalam semenit, cobalah menahan 1 crunch selama 60 detik.

5. Salah pilih makanan

Semua pakar setuju, diet sehat merupakan cara tercepat untuk mewujudkan perut ramping. Anda mungkin berlatih 1000 gerakan setiap hari, namun jika mengonsumsi terlalu banyak kalori, maka six pack yang sudah terbentuk akan tersembunyi di balik lemak. Makan lebih sedikit karbohidrat, awasi konsumsi gula dan alkohol, karena semua makanan ini cenderung memicu pembentukan lemak di perut. Lebih baik pilih protein bebas lemak dan buah serta sayur.

6. Anda kendur soal kardio

Ingin hasil drastis? Lakukan latihan kardio intens; jalan, lari, berenang, bersepeda, dll. Untuk menjaga tubuh tetap tertantang dan mengalami kemajuan, ubah durasi, kecepatan, dan daya tahan dalam latihan secara teratur.

7. Terjebak rutinitas

Melakukan latihan yang sama setiap hari tanpa menambah pengulangan gerakan atau beban merupakan kesalahan besar. Tubuh sangat efisien dan mudah beradaptasi dengan latihan yang diberikan, sehingga ada baiknya Anda melakukan variasi gerakan. Kapan Anda tahu saatnya ganti gerakan? Saat Anda tak lagi merasa “sakit” setelah latihan.

8. Anda salah bernafas…atau tidak sama sekali

“Bernafas merupakan fokus penting selama latihan perut,” ujar Fred DeVito, salah satu pembuat DVD seri Exhale: Core Fusion. Mengapa? Perut tersembunyi di area abdominal. Nafas yang kurang tepat mendorong perut keluar, memaksa dinding abdominal menonjol. Bernafaslah namun tetap tarik perut masuk ke dalam selagi Anda membuang nafas.

9. Salah gerakan

“Latihan terburuk untuk perut datar adalah sit-up yang dilakukan dengan cara salah,” ujar Samantha Clayton, personal trainer yang menjadi bintang tamu BeFitin90 di YouTube. “Jika Anda menegangkan leher, kebanyakan latihan pasti berakhir dengan melenturkan pinggul ketimbang perut.” Latihan favorit para ahli adalah berbasis pilates, yang bekerja hingga lapisan terdalam perut, plank, dan gerakan yang bekerja untuk seluruh tubuh.

10. Salah gesture

Gesture/ posisi yang salah bisa mengubah gerakan efektif menjadi tak berarti. Beberapa kesalahan umum adalah menarik leher sehingga perut jadi mengendur, menggunakan momentum ketimbang kekuatan otot, pinggul melengkung selagi dalam posisi plank, dan tak menarik perut dalam setiap gerakan. Anda harus benar-benar bisa mengontrol area perut dalam tiap gerakan. Tak yakin apa yang Anda lakukan sudah benar atau belum? Lakukan di depan cermin.

share

9 Alasan Anda Kurang Bisa Fokus

Merasa kurang bisa konsentrasi akhir-akhir (atau malah selama) ini? Mungkin deretan alasan berikutlah penyebabnya.

1. Kurang vitamin atau hormon

Pikiran kosong dan kabur bisa jadi pertanda Anda kurang vitamin atau hormon, terutama jika tubuh merasakan kelelahan yang tak biasa. “Terlalu rendah kadar hormon tiroid dalam tubuh misalnya, bisa menyebabkan metabolisme melambat, sehingga aliran darah ke otak kurang lancar,” ujar Robert Orford, MD, salah konsultan Klinik Mayo, Scottsdale, AZ. Minim B12 dan kondisi yang dikaitkan dengan anemia juga bisa jadi penyebabnya. Kebanyakan orang sudah mendapat asupan B12 lewat makanan, namun penyakit Crohn bisa mencegah tubuh menyerapnya.

2. Hormon kurang stabil

Salah satunya adalah masa menjelang menopause saat siklus menstruasi labil dan kadar estrogen menurun. “Dan kurang bisa konsentrasi merupakan keluhan umum dari wanita yang mulai memasuki tahap ini,” ujar psikiater Massachusetts General Hospital, Kimberly Pearson, MD. Rasanya tidak setajam biasanya. Jika keadaan ini sangat mengganggu Anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.

3. Anda ganti pengobatan

Obat anti depresi bisa mempengaruhi mood dan konsentrasi saat Anda tidak rutin/ mengganti konsumsinya. Mereka yang mengonsumsi statin bahkan sering didapati mengalami gangguan fokus, ujar Dr. Oxford. Coenzyme Q10 bisa menetralkan efek ini. Namun untuk mencari tahu penyebab pastinya, tuliskan semua obat yang masih dan berhenti dikonsumsi, lalu konsultasikan dengan dokter.

4. Anda baru berhenti merokok

Semakin lama seseorang merokok, maka materi abu-abu otak (berkaitan dengan kecerdasan seseorang) semakin menipis/ hilang, dan ini sudah terbukti. Jadi semakin cepat Anda berhenti, makin sedikit yang hilang. Selain itu ketika berhenti merokok, Anda akan sulit konsentrasi karena hilangnya asupan nikotin. Namun jangan mernyerah untuk melakukannya, demi kesehatan Anda sendiri.

5. Pola makan salah

“Apa yang Anda makan memiliki dampak besar untuk ingatan/ kejernihan mental,” ujar Laura Middleton, PhD, asisten profesor kinesiologi Universitas Waterloo (Ontario). Pola makan buruk meningkatkan resiko obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan beragam penyakit yang bisa merusak fungsi kognitif. Lagipula terlalu gemuk mencegah Anda untuk tetap aktif (penting untuk kesehatan otak). Teladani moto Middleton: Jika itu baik untuk jantung dan sistem kardiovaskular Anda, maka itu baik juga untuk otak. Mari jaga pola makan tetap sehat.

6. Terlalu sibuk

Anda mungkin super sibuk, namun jika terjebak sepanjang hari di depan mobil atau komputer, maka tak ada tanda-tanda aktif di sana, padahal untuk tetap tajam, Anda perlu bergerak. Salah satunya adalah lewat olahraga selama 30 menit 3-5 kali seminggu. Jika Anda bisa menambah jamnya itu lebih baik. Aktif sepanjang hari menjaga pikiran tetap tajam seperti sehabis berolahraga. Apapun yang memberi sumbangsih untuk bergerak, seperti mengerjakan tugas, berkebun, dll, bisa membantu.

7. Gelisah berlebihan

Perusahaan sedang mengadakan PHK besar-besaran, bank juga sedang menyelidiki kondisi keuangan, belum lagi dengan dokter yang minta Anda menjalani serangkaian tes. Anda heran mengapa sulit konsentrasi? Tentu saja Anda tidak bisa karena begitulah cara otak merespon ancaman (baik nyata maupun maya/ belum terjadi).
Kekhawatiran bisa mencuri fokus, jadi berhenti dan lakukan hal menyenangkan untuk menjernihkan pikiran. Jalan-jalan, mencoba resep baru, bermain dengan anjing kesayangan, atau bertemu teman lama. Sedikit langkah positif bisa mengurangi stres yang menghancurkan konsentrasi.

8. Overload

Anda bekerja 10 jam sehari dan setelah itu masih ada banyak hal lain lagi yang dikerjakan. Meski tak terlalu khawatir akan banyak hal, namun aktivitas berlebih bisa membuat Anda jadi pelupa dan perhatian mudah teralihkan. Perlu belajar berkata tidak? Klik di sini.

9. Memang bawaan

Pekerjaan atau hubungan baru membuat Anda bermasalah dengan konsentrasi, bahkan manajemen waktu. Jika ya mungkin Anda menderita ADHD. Anda tak perlu bertingkah hiper untuk itu. Umumnya gejalanya beragam seperti tidak sabaran, mudah terganggu, mudah lupa, suka menuruti kata hati, dan sulit menyelesaikan tugas. Cara mengatasi hal ini tentu harus dengan pertolongan ahlinya dan terapi.

share

9 Makanan Super Pendongkrak Imun

Cuaca ekstrim disertai kegiatan padat yang mungkin Anda jalani belakangan ini memang bisa mencuri kesehatan. Jelas butuh lebih dari sebutir apel sehari untuk menjauhkan dokter. Untuk memperkuat imun tubuh, ada baiknya Anda memasukkan deretan makanan berikut dalam menu harian.

1. Yogurt

Probiotik yang ditemukan dalam susu asam ini memuat bakteri sehat yang menjaga usus dan saluran cerna dari penyakit akibat kuman. Sebuah studi dari Vienna (Austria) mendapati konsumsi yogurt setiap hari bisa mendongkrak imunitas sama seperti jika seseorang minum suplemen.

2. Oat dan Barley

Butiran gandum ini mengandung beta-glucan, sejenis serat dengan antimikroba dan antioksidan yang lebih kuat dari echinacea (sejenis tumbuhan yang biasanya dipakai untuk mendongkrak sistem imun), papar hasil studi asal Norwegia. Ketika binatang makan komponen ini, mereka jadi jarang terkena influenza, herpes, bahkan antraks. Sedangkan untuk manusia, komponen ini bisa mendongkrak imun tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan membantu daya kerja antibiotik. Untuk itu, konsumsilah gandum sekali sehari, saat sarapan misalnya.

3. Bawang putih

Bagian yang paling berjasa dari bawang putih adalah alisin, yang bisa menangkis infeksi dan bakteri. Mereka yang rutin mengonsumsi bawang putih didapati jarang terkena flu dan demam. Beberapa studi lain bahkan mengklaim pecinta bawang beresiko lebih kecil terkena kanker lambung dan usus besar.

4. Ikan

Selenium biasanya melimpah dalam hewan laut seperti kerang, lobster, kepiting, dan remis. Senyawa ini merangsang sel darah putih memproduksi protein sitokin, yang membantu mengusir virus flu keluar dari tubuh. Salmon, makarel, dan ikan haring juga kaya akan omega-3 yang bisa mengurangi peradangan, meningkatkan sirkulasi udara dan melindungi paru-paru dari pilek/ infeksi pernafasan.

5. Sup ayam

Asam amino sistein yang keluar dari ayam saat dimasak, secara kimiawi sebenarnya menyerupai acetylcysteine yang biasa terdapat dalam obat bronkitis. Selain itu rasa asin kaldu menjaga ingus tetap sedikit (reaksi yang sama seperti saat seseorang usai minum obat batuk). Tambahkan rempah seperti bawang putih dan bombay agar sistem imun makin diperkuat.

6. Teh

Mereka yang mengonsumsi 5 cangkir teh hitam setiap hari selama 2 minggu memiliki kekuatan 10 kali lebih besar untuk melawan virus ketimbang yang tidak. Asam amino L-theanine merupakan pahlawannya, bisa ditemukan dalam teh hitam/ hijau.

7. Daging sapi

Mereka yang mengurangi konsumsi daging sapi biasanya mengalami defisiensi zinc. Sayangnya sedikit saja kadar zinc berkurang dalam tubuh, resiko tubuh akan infeksi langsung naik. Jadi ada baiknya Anda tetap mengonsumsi daging sapi bebas lemak meski tidak setiap hari. Alternatif lain selain suplemen adalah kerang, sereal, babi, unggas, yogurt, dan susu.

8. Ubi manis

Percaya atau tidak, kulit juga merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh. Namun sayangnya organ penting ini jarang diperhatikan kesehatannya. Vitamin A memegang peranan penting dalam produksi jaringan penghubung dalam kulit. Jadi cara terbaik untuk mendapatkan asupannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya beta-karoten seperti ubi manis yang diubah tubuh menjadi vitamin A, wortel, labu, dll.

9. Jamur

Selama berabad-abad, masyarakat dunia telah memanfaatkan jamur sebagai salah satu makanan untuk kesehatan. Beberapa studi mendapati bahwa jamur meningkatkan produksi dan aktivitas sel darah putih, membuatnya menjadi agresif (kondisi yang baik jika tubuh terinfeksi). Shitake, maitake, serta reishi, mana yang Anda suka?

share

10 Makanan Ini Sahabat Tulang

Tulang merupakan penopang tubuh yang perlu kita jaga hingga ajal menjemput. Jika umumnya tulang sudah rapuh dan keropos saat usia beranjak lanjut, Anda bisa mencegahnya dengan mengonsumsi deretan makanan sahabat tulang berikut ini.

1. Yogurt

Secangkir susu asam sudah bisa memenuhi 30% kebutuhan kalsium dan 20% vitamin D yang dibutuhkan tulang setiap harinya.

2. Susu

Susu memang adalah produk setia untuk kebaikan tulang. Rutinlah mengonsumsinya demi menjaga kesehatan tulang. Pilih yang low fat lebih disarankan.

3. Keju

Bagi pecinta keju, ini tentu merupakan berita gembira. Namun, mengonsumsi keju terlalu banyak tidak akan memenuhi kebutuhan vitamin D dalam sehari, karena kandungan vitamin D-nya yang kecil. Sedangkan soal kalsiumnya, 1,5 ons keju sudah mengandung lebih dari 30% kebutuhan.

4. Sarden

Si gurih yang bisa dinikmati sebagai pelengkap pasta atau salad ini ternyata kaya kalsium dan vitamin D lho, jadi jangan segan untuk mengonsumsinya.

5. Telur

Vitamin D yang terkandung di dalamnya memang hanya 6%, tapi telur jelas kaya protein yang diperlukan tubuh.

6. Salmon

Salmon yang selama ini digunakan sebagai bahan vitamin atau suplemen untuk kesehatan jantung, ternyata mengandung lebih dari 100% kebutuhan vitamin D.

7. Bayam

Bayam mengandung hampir 25% kebutuhan kalsium, ditambah serat, zat besi dan vitamin A sebagai bonus saat Anda mengonsumsinya.

8. Tuna

Ikan berlemak ini merupakan sumber unggulan vitamin D. Tiga ons tuna mengandung sekitar 39% kebutuhan vitamin D. Jika ingin tulang sehat tanpa lemak berlebih, carilah tuna.

9. Collard Hijau

Mengkonsumsi kurang lebih 200-250 gram sayuran ini dapat memenuhi 25% kebutuhan kalsium dalam sehari. Selebihnya sayuran ini memiliki peran yang sama seperti bayam.

10. Jus jeruk

Meski tidak mengandung kalsium atau vitamin D, namun minuman ini diperkaya asam askorbat yang membantu penyerapan kalsium.

share