7 Dosa Mematikan Para Start-up

Deretan asumsi di bawah ini mungkin sering Anda dengar, pasalnya bila dipercayai mungkin bisa meracuni kesuksesan masa depan bisnis. Tak peduli apapun bisnis tersebut…

1. Menganggap tahu apa yang diinginkan konsumen

Asumsi pertama dan paling mematikan adalah merasa tahu apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara menjual produk pada mereka. Kurangnya keinginan untuk mencari tahu bisa menyebabkan bisnis sepi bahkan sejak hari pembukaan. Untuk mencegah hal ini banyaklah melakukan observasi dan pertimbangkan setiap masukan, segera pula koreksi hal yang salah agar bisnis tetap maju.

2. Menciptakan fitur produk sesuai pemikiran sendiri

Pemikiran kedua ini disebabkan oleh sikap sok tahu pada poin pertama tadi. Karena merasa tahu apa yang diinginkan konsumen, maka pemilik usaha menciptakan ftur produk sesuai apa yang dia anggap “pasti disukai”. Tetap perlu observasi untuk masalah ini, jangan sampai usaha ketinggalan seperti Nokia yang kurang up to date tentang perkembangan smartphone dunia.

3. Fokus saat launching…saja

Apakah Anda pernah menghadiri launching sebuah usaha, katakanlah rumah makan atau toko roti. Saat pembukaan, event yang diadakan begitu spektakuler, banyak hadiah menggiurkan dibagikan, menarik pengunjung yang tak terhitung jumlahnya. Namun, hari-hari berikutnya tempat tersebut sepi total. Apa sebabnya?

Fokus pada launching day tentu tak salah, namun kesuksesannya tak menjadi jaminan bahwa usaha akan terus lancar. Follow up juga sangat memegang peranan penting di sini. Sekali lagi… observasi sangat penting.

4. Eksekusi mati

Usaha yang berkembang selalu membuka mata lebar-lebar terhadap pelanggan, masalah, dan semua hal yang diperlukan untuk mengembangkan produk. Tak ada eksekusi mati baik terhadap mutu maupun cara pemasaran produk. Semua perlu dikembangkan dan diuji coba terus menerus demi menjawab kebutuhan terbaik saat itu. Coba lihat saja perusahaan shampo yang kini berlomba mengeluarkan inovasi produk terbarunya.

5. Strategi stagnan

Produk boleh sama, pemasaran harus beda dong. Mengapa? Sebab teknik yang dipakai perusahaan lain mungkin berhasil bagi mereka, tapi belum tentu buat usaha Anda. Tentang cara pemasaran pun harus terus update dan penuh inovasi sehingga bisa tetap menarik minat konsumen karena selalu ada hal baru yang disodorkan.

6. Adaptasi tanpa pengertian

Banyak pemula bisnis meminjam status pekerjanya tanpa mendalami lebih lanjut tentang tugas dan komitmen dari tiap jabatan. Sales misalnya, tak cukup hanya harus menjual barang sebanyak-banyaknya, pengetahuan akan produk, harga, kondisi, bahkan strategi membujuk konsumen, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, semua itu perlu pembekalan.

7. Terlalu cepat menilai perkembangan usaha

Jangan buru-buru mengambil kesimpulan, mungkin ini merupakan salah satu nasehat bijak yang harus dipegang para start-up. Usaha yang berjalan sukses bisa menurun bila Anda terlalu cepat puas dan tidak terus menerus update. Demikian juga jika sekarang dagangan lagi sepi, jangan cepat putus asa. Teruslah berusaha dan berinovasi.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s