Pro-Kontra 7 Pemanis Buatan

pemanis buatan

pemanis buatan

Ada begitu banyak pemanis buatan di luar sana, dan mungkin sukar bagi kita untuk memilih mana yang terbaik serta sehat. Berikut ini kami bagikan informasi plus pro-kontra seputar deretan pemanis buatan yang mau lewat berikut ini.

1. Sucralose (Splenda)

Pemanis yang mengandung maltodekstrin ini 600 kali lebih manis dari gula biasa.

Pro: Kalorinya 0, jenis ini tahan proses pembakaran, dan setelah 110 kali pembelajaran, FDA menyimpulkan bahwa sucralose tidak beracun atau memiliki dampak karsinogen. Pemanis yag mendapat izin pakai dari FDA tahun 1999 ini juga tidak beresiko bagi reproduksi atau sistem saraf pemakainya.

Kontra: Saat diolah, ada rasa “obatnya”. Dan tiap 1 sdm Splenda menyumbang 12 kalori (meski info nutrisi biasanya tak mencantumkannya).

2. Sakarin (Sweet N Low)

Molekulnya terbuat dari petroleum dan 300 kali lebih manis daripada gula biasa. FDA mengajukan larangan penggunaan pada 1977, saat tikus-tikus percobaan yang mengonsumsi sakarin dalam jumlah besar didapati terkena kanker kandung kemih. Meski larangan ini tak pernah diresmikan, namun label peringatan diturunkan pada tahun 2000.

Pro: kalorinya 0 dan tahan dibakar.

Kontra: Sejak 1981, pemerintah melaporkan adanya resiko karsinogen, sehingga baik pria, wanita hamil, maupun anak-anak sedapat mungkin tidak mengonsumsinya.

3. Aspartam (NutraSweet dan Equal)

Baru tahun 1996 FDA menyetujui pemakaian pemanis yang 180-200 kali lebih manis dari gula tersebut. 70% aspartam digunakan dalam soda, dan FDA membatasi jumlah konsumsi hingga 50 mg per kg berat badan. Ini artinya hanya 4 kaleng (12oz.) diet soda per hari.

Pro: Satu gram aspartam mengandung 4 kalori. Boleh dikonsumsi wanita hamil asal mengikuti ketentuan FDA.

Kontra: Anda tidak bisa menggunakannya untuk penganan yang dibakar. Beberapa orang sensitif terhadap aspartam dan bisa mengalami pusing, perubahan mood, atau reaksi kulit setelah mengonsumsinya.

4. Acesulfame-K (Sunette atau Sweet One)

Tubuh tak bisa mencerna pemanis yang 200 kali lebih manis dari gula biasa tersebut, sehingga bentuknya saat masuk akan tetap sama ketika dikeluarkan dari tubuh. FDA baru menyetujui penggunaannya pada tahun 2002 silam.

Pro: Nol kalori, tak meningkatkan resiko kanker atau berpengaruh pada kadar gula dalam darah. Anda juga bisa memanggangnya, dan bisa dikonsumsi ibu hamil.

Kontra: Beberapa konsumen percaya bahwa penelitian tentang pemanis ini kurang maksimal sehingga tidak diketahui pasti apakah pemanis yang rasa aslinya pahit ini bisa menyebabkan kanker atau tidak.

5. Stevia

Ekstrak tanaman stevia memang sudah digunakan selama berabad-abad di daerah asalnya, Amerika Selatan dan Jepang.

Pro: Kalorinya nol dan alami (meski beberapa percaya bahwa pemanis inipun mengalami proses suling).

Kontra: Karena Stevia dijual sebagai suplemen diet, maka FDA tidak ikut campur tentang pengaturannya.

6. Sorbitol, mannitol

Gula alkohol yang terbuat alami dari buah-buahan dan dibuat khusus untuk dijual sebagai pemanis.

Pro: Tak hanya lambat untuk diserap, FDA mengklaimnya sebagai pemanis yang aman.

Kontra: Beberapa bagiannya tak terserap sempurna, sehingga mengonsumsi dalam jumlah besar bisa menimbulkan diare. Efek pencahar tersebut dapat terjadi bila Anda mengonsumsi lebih dari 49 gram sorbitol, atau lebih dari 19 gram manitol.

7. Neotame

Pemanis buatan terbaru ini secara kimia sama dengan aspartam, disetujui penggunaannya oleh FDA tahun 2002.
Pro: Kalorinya nol, tahan bakar, dan disetujui untuk wanita hamil.

Kontra: Grup konsumen berpendapat neotame bisa sama atau lebih beracun dibanding aspartam, karena keduanya mengandung komponen yang memecah menjadi metanol.

Demi mendapatkan izin dari FDA deretan pemanis buatan di atas telah melewati berbagai penelitian ekstensif. Meski demikian, jika melihat bahwa kalori dalam gula tak terlalu besar (dengan pemakaian minim/ secukupnya), mungkin lebih aman bila kita memilih gula biasa saja. Bagaimana menurut Anda?

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s