5 Komentar Terburuk di Telinga Konsumen

Hampir tak ada perkataan yang bisa membuat konsumen mati rasa selain deretan komentar yang mau lewat berikut. Jadi jangan sampai ucapan ini terlontar dari bibir tim atau Anda sendiri.

1. “Ini adalah kebijakan kami.”

Sebagai konsumen, bila mendengar kalimat ini, tentu Anda akan merasa tak berdaya. Sepertinya tak ada lagi yang bersedia memperjuangkan kenyamanan dan kepuasan Anda karena suka tidak suka Anda harus menerima “kebijakan” tersebut. Kelak, pastinya Anda takkan kembali lagi ke sana, kecuali bila ingin dikecewakan lagi. Kalimat serupa ini antara lain: “Wah itu sulit” atau “Anda kurang beruntung, kami baru saja..”

Padahal, jalan keluar itu selalu ada.

2. “Tak ada yang bisa kami lakukan.”

Usai mengatakannya, sangat beruntung bila konsumen tidak berkata “Lalu mengapa saya harus membuang waktu berbicara dengan Anda? Ajarkan tim untuk berfokus pada pemecahan masalah, dan bukan penjabarannya saja. Berikan kebebasan untuk tim memikirkan jalan keluar, dan hargai untuk tiap solusi yang inovatif.

3. “Maukah Anda menunggu sebentar?”

Tentu saja ada beberapa yang keberatan, apalagi bila sebentar itu ternyata berkembang menjadi berjam-jam, berhari-hari, bahkan mingguan tanpa kabar yang jelas. Lebih baik Anda spesifik dan to the point, “sebentar bu/pak, saya akan mendiskusikannya dengan supervisor dan saya akan menghubungi Anda 10 menit lagi.” Meski harus menunggu, namun kepastian membuat konsumen lebih merasa aman karena diperhatikan.

4. Anda bisa melihatnya di website kami.”

Ini merupakan cara lain mengatakan “saya tidak bisa membantu Anda.” Dan ingat, tak semua konsumen punya akses internet di rumah/ kantornya. Cara lain untuk membantu mereka (misalnya bila produk terlalu banyak dan detailnya terlalu sulit untuk dijelaskan via telepon) adalah mengemailkan link ke halaman yang mereka cari, atau mengirimkan salinan katalog produk.

5. “Itu tanggung jawab pabrik.”

Kalimat lain adalah “Rekan bisnis kami di sana yang akan membantu Anda.” Ungkapan ini membuat konsumen dan keluhannya bak bola pingpong yang ditangkis kesana-kemari. Saat ia membeli produk, Anda dengan senang hati menyambut uangnya, namun begitu terjadi masalah, Anda langsung sembunyi tangan. Sikap seperti ini jelas tak bisa diterima dan hanya akan membuat konsumen kapok untuk berbisnis dengan Anda.

Apakah ada lagi kalimat-kalimat yang menurut Anda tak sepatutnya diucapkan penjual kepada pembeli? Bagikan komentar Anda di sini.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s