9 Alasan Anda Kurang Bisa Fokus

Merasa kurang bisa konsentrasi akhir-akhir (atau malah selama) ini? Mungkin deretan alasan berikutlah penyebabnya.

1. Kurang vitamin atau hormon

Pikiran kosong dan kabur bisa jadi pertanda Anda kurang vitamin atau hormon, terutama jika tubuh merasakan kelelahan yang tak biasa. “Terlalu rendah kadar hormon tiroid dalam tubuh misalnya, bisa menyebabkan metabolisme melambat, sehingga aliran darah ke otak kurang lancar,” ujar Robert Orford, MD, salah konsultan Klinik Mayo, Scottsdale, AZ. Minim B12 dan kondisi yang dikaitkan dengan anemia juga bisa jadi penyebabnya. Kebanyakan orang sudah mendapat asupan B12 lewat makanan, namun penyakit Crohn bisa mencegah tubuh menyerapnya.

2. Hormon kurang stabil

Salah satunya adalah masa menjelang menopause saat siklus menstruasi labil dan kadar estrogen menurun. “Dan kurang bisa konsentrasi merupakan keluhan umum dari wanita yang mulai memasuki tahap ini,” ujar psikiater Massachusetts General Hospital, Kimberly Pearson, MD. Rasanya tidak setajam biasanya. Jika keadaan ini sangat mengganggu Anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.

3. Anda ganti pengobatan

Obat anti depresi bisa mempengaruhi mood dan konsentrasi saat Anda tidak rutin/ mengganti konsumsinya. Mereka yang mengonsumsi statin bahkan sering didapati mengalami gangguan fokus, ujar Dr. Oxford. Coenzyme Q10 bisa menetralkan efek ini. Namun untuk mencari tahu penyebab pastinya, tuliskan semua obat yang masih dan berhenti dikonsumsi, lalu konsultasikan dengan dokter.

4. Anda baru berhenti merokok

Semakin lama seseorang merokok, maka materi abu-abu otak (berkaitan dengan kecerdasan seseorang) semakin menipis/ hilang, dan ini sudah terbukti. Jadi semakin cepat Anda berhenti, makin sedikit yang hilang. Selain itu ketika berhenti merokok, Anda akan sulit konsentrasi karena hilangnya asupan nikotin. Namun jangan mernyerah untuk melakukannya, demi kesehatan Anda sendiri.

5. Pola makan salah

“Apa yang Anda makan memiliki dampak besar untuk ingatan/ kejernihan mental,” ujar Laura Middleton, PhD, asisten profesor kinesiologi Universitas Waterloo (Ontario). Pola makan buruk meningkatkan resiko obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan beragam penyakit yang bisa merusak fungsi kognitif. Lagipula terlalu gemuk mencegah Anda untuk tetap aktif (penting untuk kesehatan otak). Teladani moto Middleton: Jika itu baik untuk jantung dan sistem kardiovaskular Anda, maka itu baik juga untuk otak. Mari jaga pola makan tetap sehat.

6. Terlalu sibuk

Anda mungkin super sibuk, namun jika terjebak sepanjang hari di depan mobil atau komputer, maka tak ada tanda-tanda aktif di sana, padahal untuk tetap tajam, Anda perlu bergerak. Salah satunya adalah lewat olahraga selama 30 menit 3-5 kali seminggu. Jika Anda bisa menambah jamnya itu lebih baik. Aktif sepanjang hari menjaga pikiran tetap tajam seperti sehabis berolahraga. Apapun yang memberi sumbangsih untuk bergerak, seperti mengerjakan tugas, berkebun, dll, bisa membantu.

7. Gelisah berlebihan

Perusahaan sedang mengadakan PHK besar-besaran, bank juga sedang menyelidiki kondisi keuangan, belum lagi dengan dokter yang minta Anda menjalani serangkaian tes. Anda heran mengapa sulit konsentrasi? Tentu saja Anda tidak bisa karena begitulah cara otak merespon ancaman (baik nyata maupun maya/ belum terjadi).
Kekhawatiran bisa mencuri fokus, jadi berhenti dan lakukan hal menyenangkan untuk menjernihkan pikiran. Jalan-jalan, mencoba resep baru, bermain dengan anjing kesayangan, atau bertemu teman lama. Sedikit langkah positif bisa mengurangi stres yang menghancurkan konsentrasi.

8. Overload

Anda bekerja 10 jam sehari dan setelah itu masih ada banyak hal lain lagi yang dikerjakan. Meski tak terlalu khawatir akan banyak hal, namun aktivitas berlebih bisa membuat Anda jadi pelupa dan perhatian mudah teralihkan. Perlu belajar berkata tidak? Klik di sini.

9. Memang bawaan

Pekerjaan atau hubungan baru membuat Anda bermasalah dengan konsentrasi, bahkan manajemen waktu. Jika ya mungkin Anda menderita ADHD. Anda tak perlu bertingkah hiper untuk itu. Umumnya gejalanya beragam seperti tidak sabaran, mudah terganggu, mudah lupa, suka menuruti kata hati, dan sulit menyelesaikan tugas. Cara mengatasi hal ini tentu harus dengan pertolongan ahlinya dan terapi.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s