Sumber Penyakit Baru: Parfum

Baca ini sebelum Anda menyemprotkan parfum.

Dalam sehari, berapa banyak losion, krim, dan wewangian lain yang sampai ke tubuh Anda? Banyak pastinya. Mulai dari menggosok gigi, mencuci rambut, hingga mengaplikasikan makeup dan parfum, kaum wanita rata-rata membanjiri tubuhnya dengan puluhan produk berbeda.

Studi terbaru dari Universitas Rochester mendapati semakin banyak produk kecantikan yang dipakai, makin banyak pula limbah kimia produk yang dibuang melalui urin. Mengapa ini penting untuk disimak? Karena telah lama diketahui bahwa beberapa zat kimia berbahaya memang ditemukan dalam produk rumahan dan kosmetik, seperti BPA dan phthalate. Itu semua bisa menyebabkan cacat janin hingga gangguan perkembangan pada manusia.

Penelitian ini mendapati parfum sebagai salah satu sumber utama phthalate yang bisa mengganggu sistem hormon tubuh. Wanita yang memakai deodoran, cat kuku, dan cairan penghapus kuteks juga didapati lebih tinggi kadar MEP (phthalate yang dikaitkan dengan resiko kanker payudara) daripada yang tidak.

Sayangnya produk kecantikan tidak menyertakan dalam labelnya bahwa itemnya mengandung phthalate, sehingga agak sulit untuk menghindarinya. Selain produk kecantikan dan pembalut dengan wewangian, produk rumahan yang diduga mengandung phthalate adalah wallpaper, permadani, lemari penyimpanan, hingga korden kamar mandi. Sepertinya yang memang lebih baik bukan, seperti menghapus makeup secara alami misalnya.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s