6 Alasan Anda Salah Pilih Karyawan

Mempekerjakan orang yang tepat sangat penting bagi kesuksesan sebuah bisnis, terutama dalam perusahaan kecil. Ah, kita semua tahu hal itu. Namun mengapa masih saja ada yang salah memilih pekerja? Berikut alasan yang kami perkirakan.

1. Mengabaikan keseluruhan paket

Setiap pekerja harus menaati aturan perusahaan, entah yang tertulis maupun tidak. Namun tetap saja, beberapa orang tidak.. atau enggan untuk itu. Seorang yang ahli di bidangnya pun bisa mengganggu ketenangan karyawan lain bila sikapnya kurang baik. Jangan berasumsi Anda bisa mengubahnya. Ingat perilaku jauh lebih penting ketimbang kemampuan. Putuskan untuk menerima paket lengkap (sikap dan skill oke), namun bila terdesak membutuhkan programmer dan yang ada kurang baik attitude-nya misalnya, Anda bisa minta ia bekerja malam atau per proyek, sehingga komunikasi dengan rekan lain bisa diminimalkan.

2. Sikap tetap nomor 1

Menegaskan poin sebelumnya, jika harus memilih antara perilaku dan skill, maka sikap jelas jawabnya. Mengapa? Karena sifat tidak bisa diubah, sementara skill atau kemampuan bisa dipelajari/ diajarkan.

3. Tekanan terlalu keras

Anda pasti rindu setiap karyawan bekerja mati-matian untuk Anda, namun jangan memaksa atau menekannya terlalu keras. Pekerja yang baik pasti menyelesaikan tiap tugasnya dengan baik. Bila ia merasa tertekan, maka relasi antara atasan dan bawahan akan rusak, dan kesediaannya untuk memberi yang terbaik bagi perusahaan jadi berkurang. Sikapnya yang awalnya baik bisa berubah jadi buruk bila ini sampai terjadi.

4. Suka mempekerjakan teman atau sanak

Tentu tak semua dari mereka berperilaku buruk, namun dibanding karyawan luar, kita memiliki hubungan lain di luar pekerjaan dengan teman dan sanak. Resiko konflik selalu ada, dan itu bisa membahayakan usaha. Bila terpaksa, buat aturan “tidak boleh ada pasutri atau sanak dalam bagian yang sama. Yang paling penting adalah semua pihak mengerti bahwa mereka harus mengikuti setiap aturan yang ada.

5. Mengabaikan suara hati

Intuisi seringkali diabaikan, padahal bisa jadi itu benar. Bila ada kandidat yang tampaknya baik dan mampu, namun kurang sreg di hati, jangan buru-buru mempekerjakannya. Cari tahu informasi lebih banyak soal dirinya, sebab bisa jadi ada hal tersembunyi yang tak Anda ketahui.

6. Salah sendiri

Mereka yang tampaknya berpotensi; mereka yang miskin skill, namun berkepribadian baik, mereka yang antusias dan selalu bersemangat, mereka itulah karyawan yang harus Anda kejar. Sebaliknya, mereka yang memiliki rekomendasi buruk, mereka yang memandang buruk atasannya, yang tak berpengalaman, bahkan yang hanya mengejar promosi semata-mata, mereka-mereka itulah yang seharusnya Anda jauhi.

Lalu mengapa kadang Anda masih saja mempekerjakan yang buruk? Bisa jadi karena Anda putus asa, malas, atau masih sibuk dengan hal penting lainnya. Namun kita tahu bahwa alasan begini tak bisa diterima.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s