Gusi Berdarah Saat Flossing…

Bila gusi berdarah saat Anda flossing, itu berarti ada sesuatu yang salah. Berikut kemungkinan penyebab mengapa hal itu sampai terjadi.

1. Gigi kurang terawat

Apakah Anda menyikat gigi secara teratur 2 kali sehari? Apakah Anda rutin flossing? Bila tidak adalah jawabannya, maka higenitas mulut Anda tergolong rendah. Hasil yang tampak dari kebiasaan ini biasanya adalah munculnya plak dan gusi merah serta bengkak. Penelitian menunjukkan gusi yang sehat sekalipun bisa bermasalah dalam waktu 24-36 jam jika gigi dan mulut tidak dirawat dengan baik.

Solusinya tentu adalah menjaga gigi dan mulut baik-baik. Menemui dokter secara rutin bisa membantu. Sikat gigi elektrik juga bisa memijat gigi untuk merangsang peredaran darah, membawa nutrisi ke jaringan, dan melepas racun. Pilih produk pasta gigi dan obat kumur antibakterial untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri di mulut. Pelajari cara flossing dengan benar, yang bisa menjangkau hingga sudut gigi (tempat dimana biasanya kuman penyakit bersarang).

2. Pengaruh makanan

Makanan hasil proses tidak hanya buruk untuk lingkar pinggang Anda, namun juga gigi. Pilih menu yang bisa mendongkrak imun tubuh merupakan salah satu kunci utama kesehatan mulut.

3. Dampak merokok

Para perokok beresiko lebih besar menderita masalah gusi karena banyaknya racun yang terkandung dalam rokok (salah satu akibatnya adalah menurunkan sistem imun tubuh).

4. Stres

Yang satu ini pastinya juga melemahkan sistem imun tubuh. Stress bahkan bisa menyebabkan timbulnya peradangan di pembuluh darah.

5. Sejarah keluarga

Untungnya teknologi sekarang kian canggih. Jika ada sejarah gusi bermasalah dalam keluarga Anda, maka itu tak harus menyerang Anda juga sekarang. Mulai dari ekstrasi gigi atau operasi, hingga perawatan laser bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini. Konsultasikan dengan dokter Anda.

6. Gigi kurang seimbang

Posisi gigi menonjol, melengkung, atau menumpuk, yang menyebabkan Anda sering mengertakkan gigi juga bisa jadi alasan berikutnya. Tekanan berlebih pada area tersebut bisa menyebabkan gusi menyusut dan tulang mulai memburuk, membuka peluang untuk masalah gusi masuk.

7. Efek obat

Beberapa obat berdampak pada aliran darah dalam jaringan, menyebabkan mulut kering dan gusi rawan karena perlindungan minimal. Konsultasikan dengan dokter untuk masalah ini.

8. Berbagi alat 

Berbagi sikat gigi, dll, atau berciuman jelas bisa jadi masalah besar bila dilakukan dengan mereka yang memiliki masalah gusi. Hal ini dikarenakan penyakit gusi menular lewat air liur (minum memakai gelas minum yang sama juga termasuk).

9. Faktor hormon

Labilnya hormon tidak hanya membuat Anda bisa menangis atau tertawa dalam sekejap, namun juga bisa memicu masalah gusi. Salah satunya adalah hormon stres kortisol (lihat poin 4). Tetap jaga kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi untuk mengatasi masalah ini.

share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s